Arus informasi bergerak begitu cepat dan tantangan zaman terus berganti. Di tengah situasi yang serba dinamis ini, tidak sedikit anak muda merasa ragu menentukan arah masa depan, terutama ketika tantangan karier, ambisi, dan kehidupan datang silih berganti. Lalu, bekal serta pola pikir apa yang sebenarnya paling dibutuhkan oleh generasi muda saat ini? Berkaca dari kisah Erika Ricardo seorang konten kreator dan seniman muda yang berhasil menembus berbagai keterbatasan diri. Dari perjalanannya yang inspiratif, terdapat tiga kunci utama yang sangat layak dijadikan pegangan bagi anak muda.
Rasa penasaran yang tinggi (curiosity) dan keberanian untuk terus bereksplorasi. Bagi Erika, rasa penasaran bukan sekadar dorongan ingin tahu biasa, melainkan kekuatan utama yang mendorongnya untuk keluar dari zona nyaman dan menjawab tantangan "how to crack this". Rasa penasaran inilah yang membuatnya berani melukis di media-media tak biasa mulai dari lantai, tembok, mobil mewah, hingga mewujudkan mimpi besarnya melukis di badan pesawat terbang. Dengan terus memelihara rasa ingin tahu, anak muda tidak akan cepat berpuas diri pada pencapaian instan, melainkan selalu terpacu merancang target besar berikutnya dengan visi yang jelas.
Selanjutnya, kemampuan beradaptasi (adaptability) dan kegigihan (perseverance). Perjalanan meraih cita-cita besar tidak pernah dibangun dalam semalam. Erika membagikan pengalamannya saat membutuhkan waktu hingga tiga tahun untuk mendapatkan persetujuan melukis di pesawat. Penolakan di tahun-tahun awal bukanlah akhir dari segalanya, melainkan bentuk pengalihan (redirection) menuju peluang yang lebih tepat sembari terus mengasah kualitas diri. Anak muda yang sukses tidak membiarkan negative self-talk menghentikan langkahnya, melainkan menjadikan kegagalan sebagai pijakan untuk terus konsisten menunjukkan karya (keep showing up) dan melatih mental agar semakin tangguh menghadapi perubahan.
Terakhir, menjaga ketenangan dan keseimbangan hidup (slow down). Di balik ambisi yang besar dan kerja keras yang melelahkan, anak muda perlu menyadari kapan saatnya untuk memperlambat tempo langkah. Belajar dari pengalamannya menghadapi burnout, Erika menyadari bahwa mengambil jeda sejenak (slow down), meluangkan waktu untuk mengevaluasi diri, menjaga ketenangan pikiran, dan memelihara pemikiran positif yang diimbangi dengan aksi nyata (manifestation), energi positif akan terpancar secara alami, sehingga proses berkarya terasa lebih bermakna.
Penasaran dengan kisah inspiratif di balik kesuksesan Erica ? Kisah selengkapnya dapat di akses melalui channel YouTube UKM Kewirausahaan UNY pada tautan ini https://youtu.be/JLhfA4TKsqU?si=owykUfbMJy3yTZ0b
Dalam dunia bisnis, perihal yang menjadi tantangan utama adalah mempertahankan eksistensinya. Banyak pelaku usaha yang terjebak pada fase stuck, seperti penjualan tidak meningkat, produk tenggelam di antara para kompetitor, dan jangkauan pasar tidak meluas.
Mengapa demikian? Karena mereka belum menerapkan dua keyword yang menjadi fondasi dalam bisnis. Berikut adalah dua strategi bisnis yang wajib digarisbawahi dan diterapkan:
1. Marketing
Marketing menjadi poin pertama dan paling mendasar dalam membangun fondasi bisnis. Keputusan pembeli biasanya bersifat lebih emosional, cepat, dan dipengaruhi oleh tren. Maka dari itu, marketing menjadi roda penggerak sekaligus gerbang utama untuk menciptakan ketertarikan konsumen. Tanpa marketing yang efektif, sebagus apapun produk kamu, tidak akan dikenali oleh pasar. Bangun branding produk kamu, ciptakan identitas visual yang kuat agar produk selalu mudah diingat customer (top of mind). Maksimalkan branding kamu melalui platform media sosial secara konsisten untuk membangun traffic dan rasa percaya (trusted).
2. Customer Experience
Mendapatkan customer baru lewat marketing adalah langkah awal, tetapi untuk mempertahankan customer hingga menjadi repeat customer sangat bergantung pada keseluruhan kesan yang dirasakan customer terhadap kualitas dan pelayanan. Kualitas produk yang diterima harus mampu memenuhi ekspektasi dan dilakukan secara konsisten agar customer bisa merasa percaya. Pelayanan yang prima akan memberikan kesan positif dengan brand kamu, customer akan merasa benar-benar dihargai. Kombinasi antara kualitas produk yang memuaskan dan layanan yang prima akan membuat konsumen menjadikan produk kamu top of mind dan akan melakukan repeat order tanpa ragu.
Proses scale up bisnis tidak terjadi secara instan, melainkan hasil dari penerapan fondasi yang tepat secara konsisten. Dengan kolaborasi strategi pemasaran (marketing) yang kreatif dan emosional guna menarik perhatian dan target pasar serta pengalaman pelanggan (customer experience) yang berfokus pada kualitas produk untuk menjaga loyalitas, bisnis akan memperluas jangkauan pasarnya. Sebab, bisnis bukan soal menjual produk bagus, melainkan dapat diterima dan terus diingat!
Kisah Ade Kurniawan, Olah Limbah Tongkol Jagung Jadi Kerajinan Bernilai Jutaan
Ade Kurniawan, atau sering di sapa Kak Ade , merupakan lulusan Pendidikan Seni Kriya Universitas Negeri Yogyakarta yang kini menjalankan usaha kreatif bernama CIP Janggel. Kak Ade merupakan alumni UKM Kewirausahaan UNY tahun 2022 sebagai staf Badan Usaha yang sekarang menjadi Business Center. Ketertarikannya pada kerajinan sudah sejak kelas 2 SMA, ketika mengelola limbah tongkol jagung (janggel) menjadi produk kerajinan dan bahkan pernah meraih juara 1 di FLS2N. Karya awalnya yang berupa tempat tisu, hingga sekarang membuatnya semakin menekuni bidang ini.
Perjalanan Kak Ade tidak selalu mudah. Ia pernah berada di titik hampir menyerah karena modal terbatas dan proses produksi yang sempat terhambat. Namun, dengan berbagai pengalaman yang ia jalani, membuka banyak peluang hingga akhirnya mempertemukannya dengan para mentor hebat. Salah satu pengalaman yang paling berkesan adalah saat ia tampil di Metro TV dan berkesempatan bertemu langsung dengan para pengusaha. Kesempatan lain juga datang saat diundang dalam program Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI). Pada kegiatan itu, stand nya dikunjungi langsung oleh Bapak Sandiaga Uno dan berkesempatan untuk berbicara serta mendapatkan wawasan baru.
Penasaran dengan kisah lengkap perjuangan Kak Ade? Cerita selengkapnya dapat di akses melalui channel YouTube UKM Kewirausahaan UNY pada tautan ini https://youtu.be/M2qXLpK_cDo?si=AVYuK7T2uqLlk7S0
KUPAS PRESTASI #2 – TIPS MANAJEMEN WAKTU ALA KAK MARLITA
Pada edisi kedua Kupas Prestasi, UKMKu Talk menghadirkan seorang narasumber inspiratif yaitu kak Marlita. Ia bukan sekadar mahasiswa biasa, melainkan seorang yang konsisten menjaga produktivitas sekaligus mengatur waktu antara kuliah, organisasi, wirausahawan, dan kehidupan pribadinya.
Melalui cerita dan pengalamannya, Kak Marlita membagikan bagaimana Ia memanfaatkan waktu secara efisien sehingga setiap kegiatannya dapat berjalan dengan optimal. Jika kamu ingin belajar seputar kedisiplinan serta rutinitas produktif dengan tetap menikmati setiap aktivitas harianmu tanpa merasa kewalahan, maka konten ini wajib kamu tonton.
Tertarik dengan kisah lengkapnya? Yuk, langsung klik tautan di bawah ini. Siapa tahu, dari video ini kamu bisa menemukan cara terbaik versi dirimu sendiri untuk mengatur waktu dengan lebih efisien.
Theo Derick adalah seorang entrepreneur, influencer di bidang keuangan dan pengembangan diri, telah menjadi sumber inspirasi bagi banyak orang berkat prestasinya yang luar biasa di usia muda, dimulai dari titik nol. Dengan sikap yang penuh semangat dan positif, Theo berhasil memotivasi masyarakat melalui konten-kontennya.
Melalui podcast nya dengan Raditya Dika, Theo menceritakan bagaimana awal menjadi entrepreneurship sejak tahun 2015. Mulai dari berjualan tempered glass, powerbank, cardigan, hingga kue lapis. Dari usaha-usaha kecil itu, ia sempat mendapatkan puluhan juta rupiah yang menunjukkan bahwa dengan usaha sederhana pun bisa mendatangkan penghasilan yang berarti bahkan saat masih menjadi mahasiswa.
Setelah berjualan, Theo kemudian berpindah ke bisnis yang lebih besar, ia mulai menjalankan bisnis dalam bentuk event. Dari bisnis event itulah, Theo benar-benar merasakan skala usaha yang berbeda bukan sekadar jual produk tapi mengorganisir event, mengajak banyak vendor/tenant, manajemen logistik, keuangan, promosi, negosiasi, dan sebagainya. Namun, tidak selalu mulus, Theo juga berbagi pengalaman soal kegagalan di salah satu event, termasuk beban mental & material yang membuatnya belajar bahwa bisnis besar punya risiko yang besar juga.
Dari obrolan selama di podcast, banyak insight penting yang bisa diambil, antara lain:
Paham dulu model bisnis anda.
Perlu benar-benar paham akan basic teknis oprasional bisnis anda.
Harus paham akan piutang
Salah satu momen paling menyentuh dalam kisah Theo adalah ketika ia sedang mengerjakan event besar pertamanya. Ia punya tabungan 50 juta, namun tiba-tiba seluruh uang itu harus dipakai untuk kebutuhan keluarga. Hanya tersisa 1,5 juta, padahal event tinggal dua bulan lagi. Theo sempat terpukul, stres, dan merasa semua perjuangannya sia-sia. Tetapi justru dari kondisi itulah ia melihat adanya pertolongan yang tidak disangka-sangka. Ia akhirnya mendapatkan kembali lebih banyak dari yang hilang. Momen itu membuatnya sadar bahwa perjalanan bisnis bukan hanya soal strategi dan kerja keras, tetapi juga soal doa orang tua, keberkahan, dan kebaikan orang-orang yang mendukung.
Setelah melalui perjalanan panjang dan penuh dinamika itu, Theo mengubah cara pandangnya. Ia tidak lagi mengejar angka atau target yang besar. Ia memilih untuk fokus menjalani hari dengan sebaik-baiknya, menikmati proses, dan selalu menutup hari dengan rasa syukur. Menariknya, ketika ia berhenti terlalu mengejar hasil, justru hidup dan kariernya berkembang lebih cepat.